download makalah pendidikan kesehatan gizi pada remaja dan for free. all pada remaja fernlowlitiltsi.ga makalah keamanan dan kesehatan kerja - heru susilo blog . Makalah Kesehatan Keperawatan Umum Makalah. Penerapan. p e n g u m u m a n - fernlowlitiltsi.ga - p e n g u m u m a n nomor kp/iv// tentang. Makalah Kesehatan Keperawatan Umum Makalah. Penerapan. p e n g u m u m a n - fernlowlitiltsi.ga - c. direktur umum, sumber daya manusia dan pendidikan.

    Author:BERNETTA GOETTING
    Language:English, Spanish, Portuguese
    Country:Austria
    Genre:Politics & Laws
    Pages:400
    Published (Last):04.04.2016
    ISBN:595-2-33972-150-4
    Distribution:Free* [*Sign up for free]
    Uploaded by: VANESA

    62612 downloads 87701 Views 26.50MB PDF Size Report


    Makalah Kesehatan Pdf

    makalah pemanfaatan teknologi dalam keperawatan - kesehatan dan keperawatan” promosi kesehatan di rumah sakit umum sigli tahun pdf 54 analisis. kekurangan gizi, cakupan peningkatan layanan utama kesehatan ibu dan anak makalah pada diskusi peningkatan kesehatan dan gizi anak usia dini. Here is your home to download popular android apps and games related to makalah kesehatan ibu dan anak pdf. All the best free apps and games you want on.

    Technology has rendered borders and time zones irrelevant; most industries routinely operate in a globalcontext. The number of people traveling abroad has reached more than 2million a day. And one way or another, they are linked by many of the same health issues. In a world where virtually everything has become globalized, it is hardly surprising that healthcare providers, research scientists and pharmaceutical companies have brought the eradication and treatment of disease into the global arena. Wherever they may work, whatever their chosen area of focus, every public health professional is part of an extraordinary global enterprise. The Washington, D. Rather, global health connotes a world where health problems and their solutions are increasingly borderless. To be sure, local political, economic and infrastructural realities must be acknowledged and dealt with, nation-by-nation. While environmentally related illnesses affect the whole world, there is no denying that they are more virulent and widespread in developing nations, where regulations are likely to be lax and sanitation facilities primitive. Today, says Dr. Clearly, global health is a work in progress.

    Perubahan Pola Hubungan Dokter-Pasien Meningkatnya biaya kesehatan sangat dipengaruhi oleh pola hubungan antara dokter-pasien doctor-patient relationship. Pada saat ini sebagi 19 akibat perkembangan spesialisasi dan subspesialisasi serta penggunaan berbagai kemajuan ilmu dan teknologi, menyebabakan hubungan dokter-pasien tidak begitu erat lagi. Tidak mengherankan jika kebetulan sampai terjadi perselisihan paham, dapat mendorong munculnya sengketa dan bahkan tuntutan hukumke pengadilan.

    Untuk menghindari hal yang seperti ini, para dokter melakukan dua hal. Pertama, mengasuransikan praktek kedokterannya, yang ternyata sebagai akibat makin seringnya tuntutan hukum atas dokter menyebabakan premi yang harus dibayar oleh dokter dari tahun ke tahun tampaknya semakin meningkat.

    Pada tahap-tahap selanjutnya, sejalan dengan makin sering diajukannya tuntutan hukum atas dokter, maka jumlah premi yang harus dibayar tampak makin meningkat. Kedua, melakukan pemeriksaan yang berlebihan oleh Rubin dilaporkan pemeriksaan yang berlebihan ini telah ditemukan di hampir semua aspek pelayanan kedokteran.

    Adanya kedua keadaan yang seperti ini yakni asuransi profesi disatu pihak serta pemeriksaan yang berlebihan dipihak lain, jelas akan berperan besar pada peningkatan biaya kesehatan, yang akhirnya membebani masyarakat. Lemahnya Mekanisme Pengendalian Biaya Untuk mencegah peningkatan biaya kesehatan, sebenarnay telah tersedia barbagai mekanisme pengendalian biaya cost containment.

    Mekanisme pengendalian biaya yang dimaksud banyak macamnya.

    Mulai dari certificate of need, feasibility study, development plan, professional standard, medical audit, sampai dengan rate regulation yang semunay dituangkan dalam peraturan perundang-undangan yang jelas.

    Sayangnya dalam banyak hal, mekanisme pengendalian harga ini sering telambat dikembangkan. Akibatnya, tidaklah mengherankan jika kemudian biya kesehatan menjadi tidak terkendali, yang akhirnya akan memebebani masyarakat secara keseluruhan. Penyalahgunaan Asuransi Kesehatan Asuransi kesehatan health insurance sebenarnya adalah salah satu mekanisme pengendalian biaya kesehatan. Tetapi jika diterapkan secara tidak tepat sebagaimana yang lazim ditemukan pada bentuk yang konvensional third party system dengan system mengganti biaya reimbursement justru akan mendorong naiknya biaya kesehatan.

    Sekalipun keduanya merujuk pada besarnya biaya yang harus dikeluarkan oleh konsumen, tetapi pengertian tarif ternyata lebih terkait pada besarnya biaya yang harus dikeluarkan untuk memperoleh jasa pelayanan, sedangkan pengertian harga lebih terkait pada besarnya biaya yang harus dikeluarkan untuk memperoleh barang. Oleh masyarakat pemakai jasa pelayanan kesehatan, tarif diartikan sama dengan seluruh biaya yang harus dikeluarkan untuk memperoleh pelayanan kesehatan.

    Adanya pengertian yang seperti ini jelas tidak sesuai. Karena dalam pengertian seluruh biaya tersebut, telah termasuk harga barang, yang untuk 21 Indonesia misalnya obat-obatan, yang memeng penggolahannya sering dilakukan terpisah dengan pengelolaan sarana pelayanan kesehatan.

    Namun, terlepas dari adanya perbedaan pengertian tersebut, peranan tarif dalam pelayanan kesehatan memang amat penting. Untuk dapat menjamin kesinambungan pelayanan, setiap sarana kesehatan harus dapat menetapkan besarnya tarif yang dapat menjamin total pendapatan yang lebih besar dari total pengeluaran. Sesungguhnya pada saat ini sebagai akibat dari mulai berkurangnya pihak-pihak yang mau menyumbang dana pada pelayanana kesehatan misal Rumah Sakit , maka sumber keuangan utama kebanyakan sarana kesehatan hanyalah dari pendapatan saja.

    Untuk ini jelas bahwa kecermatan menentukan tarif memegang peran yang amat penting. Apabila tarif tersebut terlalu rendah, dapat menyebabkan total pendapatan income yang rendah pula, yang apabila ternyata juga lebih rendah dari total pengeluaran expenses , pasti akan menimbulkan kesulitan keuangan.

    Faktor yang mempengaruhi Untuk dapat menetapkan tarif pelayanan yang dapat menjamin total pendapatan yang tidak lebih rendah dari total pengeluaran, banyak factor yang perlu diperhitungkan. Faktor-faktor yang dimaksud untuk suatu sarana pelayanan, secara umum dapat dibedakan atas empat macam: 1. Biaya investasi Untuk suatu rumah sakit, biaya investasi investment cost yang terpenting adalah biaya pembangunan gedung, pembelian berbagai peralatan medis, pembelian berbagai peralatan non-medis serta biaya pendidikan dan pelatihan tenaga pelaksana.

    Tergantung dari besarnya biaya investasi, rencana titik impas break event point , jangka waktu pengembalian modal return of investment , serta perhitungan masa kedaluwarsa depreciation period maka tariff pelayanan suatu sarana kesehatan dapat berbeda dengan sara kesehatan lainnya.

    Secara umum disebutkan jika biaya investasi 22 tersebut adalah besar, rencana titik impas, jangka waktu pengembalian biaya investasi serta perhitungan masa kedaluwarsa terlalu singkat, maka tariff pelayanan yang diterapkan akan cenderung mahal. Biaya kegiatan rutin Untuk suatu sarana kesehatan, biaya kegiatan rutin operational cost yang dimaksudkan di sini mencakup semua biaya yang dibutuhkan untuk menyelenggarakan berbagai kegiatan.

    makalah promosi kesehatan

    Jika ditinjau dari kepentingan pemakai jasa pelayanan, maka biaya kegiatan rutin ini dapat dibedakan atas dua macam: a. Biaya untuk kegiatan yang berhubungan langsung dengan kebutuhan pelayanan kesehatan direct cost Pelayanan kesehatan yang dapat dimanfaatkan sangat bervariasi sekali.

    Tidak hanya pada tindakan yang dilakukan, tetapi juga pada peralatan yang dipergunakan. Demikianlah jika pelayanan kesehatan tersebut memerlukan tindakan yang lebih sulit serta peralatan yang lebih canggih, maka tariff yang ditetapkan untuk jenis pelayanan kesehatan tersebut umumnya lebih tinggi.

    Dalam membicarakan biaya pelayanan kesehatan ini, perlulah diperhatikan adanya peranan pengetahuan, sikap dan perilaku penyelenggara dan pemakai jasa pelayanan kesehatan. Biaya untuk kegiatan yang tidak berhubungan langsung dengan kebutuhan pelayanan kesehatan indirect cost.

    Ke dalam biaya ini termasuk gaji karyawan, pemeliharaan bangunan dan peralatan, pemasangan rekening listrik dan air dan lain sebagainya yang seperti ini. Secara umum disebutkan jika biaya kegiatan tidak langsung 23 ini tinggi, misalnya karena pengelolaan yang tidak efisien, pasti akan berpengaruh terhadap tingginya tariff pelayanan. Biaya rencana pengembangan Untuk suatu sarana kesehatan, biaya rencana pengembangan yang dimaksudkan disini mencakup hal yang amat luas sekali.

    Mulai dari rencana perluasan bangunan, penambahan peralatan, penambahan jumlah dan peningkatan pengetahuan serta ketrampilan karyawan dan ataupun penambahan jenis pelayanan.

    Untuk sarana kesehatan yang tidak mencari keuntungan, besarnya biaya pengembangan ini lazimnya sama dengan semua kelebihan hasil usaha. Besarnya target keuntungan Tergantung dari filosofi yang dianut oleh pemilik sarana kesehatan besarnya target keuntungan yang diharapkan tersebut amat bervariasi sekali.

    Tetapi betapapun bervariasinya presentase keuntungan tersebut, seyogyanya keuntungan suatu sarana kesehatan tidak boleh sama dengan keuntungan berbagai kegiatan usaha lainnya. Upaya Pengendalian Dari uraian tentang kee mpat factor yang harus diperhitungkan dalam menetapkan tarif pelayanan yang seperti ini, segeralah mudah dipahami bahwa esarnya tarif pelayanan tersebut sangat dipengaruhi serta bersifat sensitive terhadap besarnya biaya infestasi, biaya rutin, biaya rencana pembangunan serta target perolehan keuntungan.

    Jika biaya untuk keempat factor ini tinggi maka tarif pelayanan pasti akan tinggi pula. Untuk mencegah tingginya tarif pelayanan kesehatan tersebut, maka biaya untuk keempat factor ini haruslah dapat dikendalikan. Bertitik tolak dari berbagai kegiatan yang dapat diakuakan pada program pengendalian biaya 24 kesehatan, maka hal yang dapat dilakukan pada program pengendalian tarif pelayanan.

    Secara sederhana dapat diuraikan sebagai berikut: 1. Biaya Investasi Untuk mencegah biaya investasi yang terlalau besar dan jangka waktu pengembalian yang terlalu singkat, mekanisme pengendalian yang lazim diperlakukan adalah menerapkan ketentuan yang dikenal sebagai certificate of need, serta kewajiban melakukan feasibility studyyang bersifat social. Biaya Kegiatan Rutin Untuk mencegah biaya kegiatan rutin yang terlautinggi, terutama yang berhubungan langsung dengan kebutuhan pemakai jasa pelayanan kesehatan, mekanisme pengendalian yang lazim diperlakuakn adalah menerapkan ketentuan pelayanan kesehatan yang etis dan sesuai standart, yang imbal jasa doctor doctor fee sering termasuk didalamnya.

    Untuk menjamin efektifitas pelaksanaannya, penerapan etis dan standar ini harus diikuti oleh medical audit secara berkala oleh suatu badan yang bersifat netral yang di Amerika Serikat disebut sebagai professional standard review organization. Biaya rencana pengembangan Untuk mencegah biaya rencana pengembangan yang berlebihan, mekanisme pengendalian yang lazim diperlakukan ialah menerapkan ketentuan development plan yang pada dasarnya hanya membenarkan program pengembangan apabila telah direncanakan dan disetujui sebelumnya.

    Keuntungan Untuk mencegah tingginya perhitungan target keuntungan, yang terutama ditemukan pada sarana kesehatan swasta, tidak ditemukan mekanisme pengendalian khusus, kecuali menerapkan berbagai ketentuan sebagaimana dikemukakan di atas.

    Dengan perkataan lain apabila semua ketentuan biaya cost containtment yang telah disebutkan 25 dapat terlaksana, maka secara otomatis perhitungan target keuntungan yang terlalu tinggi akan dapat dicegah. Tarif pelayanan di Indonesia Sayangnya, berbagai mekanisme pengendalian biaya yang seperti ini belumlah secara tuntas ditetapkan di Indonesia.

    Yang baru ditetapkan hanyalah tentang ketentuan tariff tertinggi saja. Akibatnya, tentu mudah dipahami, karena yang diatur hanyalah resultan akhir dari interaksi berbagai factor tariff , bukan masing-masing factor yang mempengaruhi tariff, menyebabkan apabila suatu sarana kesehatan kebetulan telah terlanjur menanamkan investasi yang besar, maka untuk mengejar target pemasukan, sering dilakukan berbagai penyimpangan.

    Tentu tidak sulit dipahami bahwa penyimpangan yang dimaksudkan disini tidak terhadap pagu tariff yang tujuannya adalah untuk memperbesar pemasukan.

    Demikianlah karena tariff tertinggi telah ditetapkan, maka untuk rumah sakit swasta, apalagi yang baru berdiri, untuk mengejar target pemasukan, dilakukanlah berbagai pelayanan kesehatan yang sebenarnya tidak diperlakukan. Satuan tariff yang dipergunakan memang tidak berubah, tetapi pemakaiannya yang ditingkatkan over utilization.

    Dampak akhirnya tidak sulit dipahami akan menyebabkan total tariff yang dibayarkan akan menjadi tinggi. Masalah tariff pelayanan makin berdampak kompleks jika diketahui besarnya imbal jasa dokter belumlah diatur secara tuntas.

    Kelaziman yang berlaku di Indonesia yang menyerahkan sepenuhnya kepada kebijakan dokter ternyata sering disalah artikan. Ada anggapan bahwa orang yang membutuhkan pelayanan rawat inap memiliki kemampuan keuangan yang lebih tinggi daripada pelayanan rawat jalan.

    Sesungguhnya pelayanan kesehatan tersebut memang spesifik.

    Sekalipun telah diperlakukan sebagai suatu kegiatan usaha, namun dunia usaha tidak sepenuhnya dapat berlaku. Benar bahwa hukum permintaan demand 26 berpengaruh terhadap kenaikan tariff, karena apabila permintaan terhadap pelayanan kesehatan meningkat, akan meningkatkan tariff pelayanan pula. Tetapi untuk hukum penawaran supply tidaklah demikian. Sekalipun penawaran berlebihan, tariff pelayanan tidak otomatis akan turun.

    Penyebabnya adalah karena pada pelayanan kesehatan, apalagi yang agak mengabaikan standard dan etika profesi, berlakunya hukum supplyinduces demand. Akibatnya, sekalipun berbagai pelayanan tersedia secara berlebihan serta sebenarnya kurang dibutuhkan oleh pasien, pemanfaatan pelayanan kesehatan tersebut tetap saja dapat tinggi dan bahkan karena ada unsur ketidaktahuan pasien consumer ignorance , sering secara berlebihan Sorkin, Akibatnya tentu mudah dipahami, akan berdampak negative terhadap tingginya tariff pelayanan.

    Sekalipun dalam batasan terkandung pengertian dana yang harus disediakan untyk menyelenggarakan pelayanan kedokteran, namun dalam praktek sehari-hari yang sering dibicarakan adalah besarnya dana yang harus disediakan untuk dapat memanfaatkan pelayanan kedokteran. Dengan demikian jika membicarakan biaya pelayanan kedokteran perhatian utama tidaklah dari sudut penyedia pelayanan kedokteran melainkan dari sudut pemakaia jasa pelayanan. Mekanisme Pembiayaan Telah disebutkan bahwa pada Negara-negara yang mengikut sertakan masyarakat dalam pembiayaan pelayaan kedokteran, maka masyarakat diharuskan membayar pelayanan kedokteran yang dimanfaatkannya.

    Mekanisme 27 pembiayaan yang berlaku banyak macamnya. Secara sederhana mekanisme pembiayaan tersebut dapat dibedakan atas dua macam yakni: 1. Pembayaran Tunai Mekanisme pembiayaan yang diterapkan mengikuti mekanisme pasar. Setiap penderita yang membutuhkan pelayanan kedokteran diharuskan membayar tunai pelayanan yang diperolehnya.

    Mekanisme pembiayaan yang seperti ini dikenal dengan nama fee for service. Pembayaran di muka Bentuk lain yang banyak dipergunakan ialah melalui system pembayaran di muka prepayment yang lazimnya dilakukan melalui program asuransi kesehatan health insurance. Biaya pelayanan kedokteran di Indonesia Untuk Indonesia mekanisme pembiayaan yang berlaku umum ialah melalui system pembiayaan tunai out of pocket.

    Setiap anggota masyarakat yang membutuhkan pelayanan kedokteran diharuskan memiliki sejumlah uang tertentu. Mudah dipahami, system ini dapat memberatkan masyarakat, terutama bagi mereka yang tergolong kurang mampu.

    makalah adjustment disorder scribd

    Diperkirakan dari sekitar Rp. Dan dari jumlah Rp. Diperkirakan dana yang berasal dari dari pemerintah adalah sekitar Rp. Jika dibandingkan dengan Negara lain, jumlah dana yang berasal dari pemerintah ini tergolong kecil.

    Mekanisme pembiayaan dengan system asuransi masih dalam tahap perkembangan. Pada saat ini sostem asuransi kesehatan tersebut baru ditemuka pada pagawai negeri sipil, kalangan militer beserta keluarga dan pensiunannya, serta pada beberapa karyawan swasta saja. Berbeda hanya dengan biaya kedokteran yang lebih mementingkan kalangan pemakai jasa pelayanan dan karena itu pembahasan lebih diarahkan agar pelayanan kedokteran tersebut dapat dimanfaatkan, maka pada biaya kesehatan masyarakat yang dipentingkan adalah dari sudut penyedia pelayanan kesehatan.

    Dengan demikian jiak membicarakan biaya kesehatan masyarakat 29 yang terpenting adalah bagaimana agar pelayanan kesehatan masyarakat tersebut dapat diselenggarakan. Mekanisme Pembiayaan Sekalipun keikut sertaan masyarakat pada pembiayaan kesehatan masyarakat adalah penting, namun jika ditinjau dari kompleksitas masalah kesehatan masyarakat, tampak sumber biaya yang terpenting adalah Pemerintah.

    Sejalan dengan besarnya peranan pemerintah dalam pembiayaan kesehatan masyarakat, maka mekanisme pembiayaan yang diterapkan, umumnya mengikuti system dan atau mekanisme pemerintahan. Untuk ini, tergantung dari system pemerintah yang dianut, mekanisme pembiayaan yang berlaku dapat beraneka macam. Jika disederhanakan, secara umum dapat dibedakan atas dua macam yakni: 1.

    Mekanisme Pembiayaan Sentralisasi Pada Negara yang menganut asas sentralisai, semua biaya pelayanan kesehatan ditanggung oleh pemerintah pusat. Dana tersebut sesuai dengan hirarki pemerintahan yang berlaku, disalurkan secara berjenjang ke institusi yang diserahkan tanggung jawab menyelengarakan pelayanan kesehatan masyarakat.

    Mekanisme pembiayaan desentralisasi Pada Negara yang menganut asas desentralisasi, semua biaya pelayanan kesehatan masyarakat ditanggung oleh pemerintah daerah. Tergantung pula dari system pemerintah yang dianut, maka peranan pemerintah daerah ini dapat dibedakan pula atas dua macam yakni: a.

    Otonom Disini tanggung jawab pemerintah daerah adalah sepenuhnya termasuk dalam hal melakukan hal kebijakan. Semi Otonom Disini tanggung jawab pemerintah daerah besifat terbatas karena lazimnya sepanajng yang bersifat kebijakan masih mendapat pengaturan adri pemerintah pusat. Hanya saja karena banyak hal, kemampuan yang dimiliki oleh pemerintah daerah masih terbatas, menyebabakan uluran tangan pemerintah pusat masih banyak ditemukan.

    Sesuai dengan keadaan yang seperti ini, maka mekanisme pembiayaan pelayanan kesehatan masyarakat di Indonesia secara umum dapat dibedakan atas tiga macam yakni: 1. Mengikuti Asas Dekonsentrasi Karena kemampuan pemerintah daerah masih terbatas, maka beberapa program tertentu masih menjadi tanggung jawab Pemerintah Pusat.

    Mekanisme pembiayaan yang seperti ini dikenal dengan asas dekonsentralisasi. Mengikuti Asas Perbantuan Sama halnya dengan asas dekonsentrasi, sebagai akiabt ketidak-mampuan, menyebabkan Pemerintah Daerah belum dapat melaksanakan beberapa program tertentu. Upaya penyelesainnya bukan menarik tanggung jawab tersebut ke Pemerintah Pusat melainkan Pemerintah Pusat memberikan bantuan kepada Pemerintah Daerah.

    Pengembangan Wilayah, Dit. Otonomi Daerah, Dit.

    Alokasi Pendanaan Pembangunan Bappenas. Derek Yach, head of communicable diseases and mental health at the World Health Organization. That number will double by , according to WHO projections, with 70 percent of smoking-related fatalities occurring in developing countries.

    Yet there is cause for optimism. The mapping of the human genome, com pleted in , lays the groundwork for the development of new therapies for long-intractable diseases; the power of information technology is being harnessed more and more to deal with epidemics and other threats to global health. Disease persists, certainly, but there is no denying the world is a healthier place than it was a generation ago.

    Consider: During the past three decades, attention has focused on micronutritional issues the roles of vitamins and minerals and how they can be delivered to nutrition-poor populations. Admittedly, not all global health problems have responded so readily. The prevalence of AIDS, for example, has slowed many otherwise improving global health trends, such as infant, childhood and adult mortality rates.

    Many international agencies and organizations are working to improve global health. And they have been proven correct, time and again. As WHO director-general Dr. Of course, public health has become globalized because disease has become globalized and that fact underscores the necessity of working beyond the local level. That is, every community, large and small, can expect to be called upon to furnish resources and people to advance the global effort.

    In a world of easy travel and vanishing trade restrictions, it is in the interests of developed countries to assist their developing neighbors. The simple fact is that global action against health risks in one country can help protect all people in all countries.

    That is the essence of global health in the 21st century. Six billion people share a small and increasingly fragile planet, confronted by global health problems that may seem overwhelming. Am J Clin Nutr ; Rising R. Am J Clin Nutr, ; Williamson DF. Nutrition Reviews ;SS Rissanen AM. Eur J Clin Nutr ; Obesity in Britain: Glut- tony or Sloth?

    makalah promosi kesehatan

    BMJ ; Jakarta Suyono S. Kecenderungan Peningkatan Jumlah Penyandang Diabetes. Penatalaksanaan Dia- betes mellitus terpadu.

    Jakarta; National Health and Medical Research Council.

    Similar files:


    Copyright © 2019 fernlowlitiltsi.ga.